Ciri-Ciri Kucing Stress

Ciri-Ciri Kucing Stress – Hewan piaraan menjadi satu diantara yang banyak dipunyai oleh beberapa orang untuk sekedar temani penghuni rumah.

Salah satunya binatang piaraan yang termudah diketemukan sekarang ini ialah kucing di mana jumlah pemelihara naik terus tiap tahunnya. Hal yang penting dimengerti oleh pemilik ialah beberapa ciri kucing stress.

Stress sering dirasakan oleh hewan piaraan karena beragam argumen dan nanti dapat berpengaruh pada kesehatan kucing.

Saat kucing sudah alami stress, masalah sikap kucing terkadang susah untuk dideteksi, karenanya diperlukan pengetahuan lebih. Sebagian orang kemungkinan memandang perilaku kucing ini karena hanya nakal saja.

Jumlah Kucing di Dunia

Perkembang biakan hewan satu ini sangat cepat dalam jumlah anak dalam 1x kelahiran dapat capai 6-8 anak. Disamping itu, pada sebuah tahun saja, kucing normal dapat melahirkan sampai sekitar 3x kelahiran.

Jumlah Kucing

Bukan mustahil nanti kucing akan semakin berkembang  lebih banyak lagi.

Di dunia, diprediksi jumlah kucing sekarang ini ada di range 400 juta ekor atau semakin banyak lagi.

Untungnya, ada sekitaran lebih dari 373 juta ekor kucing yang dipiara di dalam rumah sebagai binatang piaraan. Beragam ras kucing sudah menyebar luas hampir ke semua penjuru dunia pada harga yang beragam.

Ciri-Ciri Kucing Stress

Dalam beberapa kasus, kucing sering alami stress karena banyak hal yang mengganti kegiatan rutin hariannya.

Pahami beberapa ciri kucing stress dapat menolong dalam pengatasan kucing yang lebih bagus agar tidak mengusik kesehatannya. Inilah ciri-cirinya:

1. Condong Pasif

Kucing adalah binatang piaraan yang biasanya sukai bermain dengan pemiliknya atau sekadar berlarian di rumah. Saat alami stress, sikap berikut yang paling berbeda dari kucing yang aktif jadi lebih pasif.

Saat stress, kucing bisa menjadi tidak perduli pada lingkungan sekelilingnya terhitung saat pemilik panggilnya. Bahkan juga saat dengarkan suara tertentu seperti suara makanannya, kucing tidak diam saja dan memberi respon.

2. Lebih Kerap Sembunyi

Sikap hal yang tidak lumrah dari kucing ialah jadi lebih kerap sembunyi dibanding beraktivitas biasanya. Kucing dapat tidur di sembarangan tempat seperti pada atas sofa bahkan juga di atas lantai yang beberapa orang lalu-lalang.

Rutinitas ini akan berbeda saat kucing sedang alami stress di mana umumnya kucing condong semakin lama bersembunyi.

Dari tempat itu kucing kemungkinan cuma akan bangun untuk buang air dan makan tanpa memedulikan kegiatan lainnya.

3. Grooming Terlalu berlebih

Menggaruk anggota badan ialah rutinitas yang sudah dilakukan oleh kucing untuk jaga bulu-bulunya tidak kusut. Namun ada banyak keadaan di mana kucing akan menggaruk bagian-bagian badannya dengan terlalu berlebih sampai kerap rontok.

Keadaan itu tidak selamanya disebabkan karena penyakit kulit atau kutu yang membuat kulit kucing berasa gatal.

Kucing akan menggaruk atau menjilat-jilati badan sisi dalam seperti pada paha dan kaki sisi dalam. Ini dilaksanakan karena kucing akan melepas morfin dengan alami untuk rasa nyaman.

4. Pipis di Luar Litter Box

Kucing yang buang air di luar tempatnya adalah tingkah paling menjengkelkan dan kemungkinan membuat pemilik naik darah.

Pipis di Luar Litter Box

Namun saat kucing lakukan ini sebetulnya ada sebuah skema komunikasi yang mencoba dilaksanakan untuk memberikan ketidak nyamanan.

Ada peluang kucing alami permasalahan kesehatan yang membuat sang kucing terlampau tergesa-gesa untuk buang air. Kucing bisa juga alami permasalahan yang lain membuat stress entahlah karena terlampau berisik atau lokasi yang tak lagi nyaman.

5. Lihat Status Ekor

Ekor kucing menjadi satu diantara anggota badan kucing yang paling memperlihatkan bagaimana suasana hati binatang piaraan ini. Biasanya, kucing akan mempunyai ekor yang terangkut ke atas saat pada kondisi yang bagus saat berjalan.

Saat alami stress, kucing akan mengubah status ekor itu jadi ekor dalam status rendah. Ekor jadi beberapa ciri kucing stress yang diikuti dengan kibasan dengan cepat karena pertanda tidak nyaman.

6. Berkurangnya Gairah Makan

Binatang piaraan satu ini selalu membutuhkan konsumsi makanan yang termasuk cukuplah banyak sehari-harinya apa lagi saat cukup aktif.

Berkurangnya Gairah Makan

Pada umumnya, kucing akan mengeong saat berasa lapar dan berlaku seolah manja pada pemiliknya supaya dikasih makan.

Kucing yang stress tidak alami hal itu bahkan juga tidak sentuh air minum atau pakan walaupun telah disediakan.

Ini memperlihatkan ada suatu hal yang keliru dan perlu selekasnya diatasi atau saat diremehkan akan berpengaruh pada berkurangnya berat kucing.

7. Lebih Kerap Tidur

Beberapa ras kucing kemungkinan populer karena karakter pemalas bersama dengan jam tidurnya yang paling lama. Namun saat tidur jadi kegiatan yang terlalu berlebih memiliki arti ada satu permasalahan yang dirasakan binatang piaraan ini.

Saat menjadi piaraan, si pemilik umumnya pahami waktu tidur kucingnya karena tiap kucing sering berbeda.

Kucing yang jadi lebih kerap tidur di luar waktu tidur itu perlu dicheck selekasnya adakah yang tidak atau salah.

8. Jadi Lebih Agresif

Pada keadaan normal, kucing biasanya jarang memiliki sifat agresif karena hewan ini sebagai type penyayang. Tapi kedatangan suatu hal yang baru dapat mengubah karakter pengasih ini jadi lebih agresif seperti kedatangan hewan lain.

Kucing lewat cara natural akan menjaga dianya dengan jadi lebih agresif dan kemungkinan serang orang baru pada tempat tinggalnya.

Karenanya saat ini terjadi seharusnya perkenalkan kucing dengan suatu hal yang baru itu secara perlahan.

Menangani Kucing yang Stress

Sesudah pahami beberapa ciri kucing stress itu, hal seterusnya yang penting dipahami ialah langkah tangani kucing stress.

Ada beragam langkah berlainan yang dapat dilaksanakan tapi cara awalannya ialah mengenali lebih dulu penyebabnya.

Analisis pemicu stress dapat dilaksanakan dengan menyaksikan urin atau kotoran dari kucing apa terlihat berlainan atau normal. Saat kelihatan ada suatu hal yang keliru seperti kencing yang berdarah, selekasnya kontrol kucing pada dokter hewan.

Bila tidak ada yang keliru dari ke-2  hal itu memiliki arti sumber stress ialah hal lain.

Coba untuk memberi kucing tempat tertentu untuk sembunyi di rumah baik itu dengan membuat rumah-rumahan misalnya.

Lihat peralihan yang terjadi di rumah, kucing benar-benar peka dengan beberapa hal di sekelilingnya. Janganlah lekas mengganti dekor secara berarti karena kucing dapat berasa asing.

Ajak kucing bermain bisa saja ialah jalan keluar yang lain perlu dilaksanakan mungkin karena kucing berasa kesepian.

Ini umum terjadi pada kucing yang dipiara sendirian dan tidak punyai ruangan untuk jalanan ke lingkungan luar.

Itu ia banyak hal sebagai beberapa ciri kucing stress baik itu karena permasalahan hal yang lain atau kesehatan.

Yakinkan untuk memerhatikan suasana hati binatang piaraan karena kucing yang telah dipiara pasti berlainan dengan di alam bebas. Kerjakan pendekatan juga dengan kucing agar ada hubungan emosional di antara peliharaan dan pemilik.

Sekian Penjelasan Materi dari MyPrivateTutor.id Pada Hari in tentang “15 Ciri-Ciri Kucing Demam dan 5 Cara Mengatasinya Lengkap“. Selamat Mencoba dan Bersenang-Senang.

Rate this post