Virus Calici Pada Kucing

Virus Calici pada Kucing – Kucing adalah salah satu hewan yang keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan manusia sebagai peliharaan atau bukan. Hewan ini wajib untuk divaksin dalam waktu-waktu tertentu supaya bisa meningkatkan sistem imun. Banyak penyakit yang bisa menyerang salah satunya adalah virus calici pada kucing.

Ada berbagai jenis penyakit menular yang terdapat pada kucing akibat serangan virus ataupun bakteri. Karena itu, vaksin menjadi salah satu sistem pencegahan dasar yang perlu dilakukan agar kucing tetap sehat. Penyakit akibat virus calici sendiri bisa sangat berbahaya karena bisa menular dari kucing satu ke kucing lain.

Waktu Tepat untuk Vaksin

Seekor kucing yang dipelihara di rumah dianjurkan untuk mulai divaksin pada usia 8 bulan sejak kelahiran. Sementara itu pada beberapa kucing di kamp penampungan, vaksinasi dilakukan lebih awal ketika kucing baru berusia 6 bulan. Hal ini karena pada penampungan, resiko terkena virus menjadi lebih besar karena padatnya populasi.

Setelah vaksin pertama, kucing akan kembali mendapatkan vaksin kedua dan ketiga masing-masing pada usia 12 dan 16 bulan. Pemberian vaksin ini kemudian akan dilakukan secara berkala dengan periode pemberian satu tahun sekali. Vaksin akan merangsang sistem imun kucing agar tahan terhadap serangan virus tertentu.

Ada beberapa vaksinasi yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit menular pada kucing utamanya virus calici. Beberapa vaksin inti yaitu FCV, FPV, FHV-1, serta Rabies Virus untuk menekan penyebaran dari virus tersebut.

Mengenal Serangan Virus Calici Pada Kucing

Mengenal Serangan Virus Calici Pada Kucing

Serangan dari penyakit virus calici pada kucing ini berpusat pada sekitaran organ pernapasan, mulut, hingga otot dan tulang. Virus dari family Caliciviridae merupakan penyebab utama dari serangan virus ini pada tubuh kucing. Ada flu lain yang sering menyerang kucing sedikit mirip dengan virus Calici yakni feline herpes virus (HPV).

Beberapa gejala yang biasa ditimbulkan dari serangan virus ini adalah terganggunya pernapasan bahkan hingga sakit sendi.

Seringkali terjadi wabah dari virus ini karena populasi yang padat, kebersihan kandang yang buruk, serta suhu yang ekstrim. Isolasi kucing yang terinfeksi adalah langkah awal yang perlu dilakukan.

4 Tipe Virus Calici

Berdasarkan tingkatan serangan dan jenis kucing yang diserang, ada 4 tipe virus calici yang saat ini bisa diidentifikasi. Semuanya memiliki ciri yang berbeda dan gejala yang ditimbulkan juga beragam.

Mid calici merupakan virus tipe pertama yang memberikan gejala cukup ringan dan kucing bisa sembuh sendiri. Ada juga moderate calici yang menimbulkan gejala yang tampak jelas seperti bersin, pilek, hingga anorexia.

Serangan virus calici pada kucing yang baru lahir juga bisa terjadi yakni dengan nama Limping Kitten Syndrome dengan gejala arthritis. Terakhir, tipe virus dengan gejala parah dan tingkat kematian lebih dari 60% yakni virulent strain of calici virus.

Gejala yang Ditimbulkan Virus Calici Pada Kucing

Gejala yang Ditimbulkan Virus Calici Pada Kucing

Serangan virus calici sendiri bisa memberikan dampak yang cukup signifikan pada kucing dan bisa berakibat kematian.

Pengetahuan lebih dini terkait dengan gejala yang ditimbulkan bisa membuat penanganan dilakukan lebih cepat. Ini dia gejala yang sering timbul:

1. Sariawan

Di awal serangan, sariawan merupakan gejala yang timbul terlebih dahulu tetapi punya penampakan yang berbeda dari sariawan biasa. Sariawan akan terjadi di banyak tempat pada mulut dan berlangsung dalam kurun waktu yang singkat. Berikan vitamin terlebih dahulu jika terjadi gejala seperti ini.

2. Nafsu Makan Menurun

Kucing dengan sariawan yang banyak di sekitar bagian mulutnya akan mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini karena terganggunya indera pengecap dari kucing serta rasa sakit ketika mengunyah makanan. Jangan biarkan hal ini berlangsung cukup lama, berikan pakan basah pada kucing supaya lebih mudah dikonsumsi.

3. Keluar Cairan Mata dan Hidung

Virus Calici pada kucing juga akan memberikan dampak serangan pada bagian mata serta hidung kucing. Secara alami, kedua bagian tersebut akan memproduksi lendir lebih banyak untuk mengatasi serangan virus ini. Mata dan hidung menjadi lebih sering berair dan cairan inilah yang bisa menularkan virus ke kucing yang lain.

4. Suara Serak dan Susah Bernapas

Ketika sudah cukup parah, virus akan memberikan kerusakan pada bagian tenggorokan ditandai dengan radang.

Hal ini membuat kucing menjadi lebih sulit untuk bersuara dan jika semakin parah akan berpotensi mengganggu pernapasan. Kucing yang terkena virus calici ini perlu mendapatkan penanganan secara khusus.

5. Demam

Suhu tubuh yang naik bisa menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan karena adanya hal yang salah di dalam tubuh. Ini juga terjadi pada kucing dimana kucing juga akan menjadi lebih lemas bahkan kesulitan untuk berjalan di fase ini.

6. Hepatitis

Virus calici pada kucing akan terus berkembang hingga merusak sistem hati dan menimbulkan penyakit hepatitis. Ini menunjukkan tingkat serangan sudah sangat tinggi bahkan hingga terjadi serangan pada organ-organ sekunder.

7. Pendarahan

Pada beberapa kasus, kucing yang terkena serangan virus calici akan mengalami pendarahan pada bagian mulut atau hidung. Jangan tunda lagi untuk segera pergi ke dokter hewan supaya si kucing mendapatkan penanganan dengan segera.

Penyebaran Virus Calici

Penyebaran Virus Calici

Faline Calicivirus (FCV) pada kucing bisa tersebar melalui dua tipe penyebaran yakni secara langsung dan media perantara. Penyebaran ini sebisa mungkin harus dicegah agar tidak terjadi perluasan dari penyakit yang ditimbulkan.

Kucing bisa menyebarkan virus pada kucing lainnya secara langsung melalui lendir yang diproduksi oleh tubuh kucing. Lendir ini bisa menyebar melalui udara pada saat kucing bersin atau menyebar lewat lingkungan.

Wadah makan, tempat minum, serta litter box yang digunakan bersama-sama menjadi penyebab utamanya. Tangan manusia bahkan bisa juga menjadi media penyebaran pada saat memegang kucing terinfeksi lalu memegang kucing yang lainnya. Jaga kebersihan seluruh peralatan kucing dan pisahkan dari kucing yang sehat.

Terapi yang Dilakukan

Terapi kucing

Penanganan virus calici pada kucing harus dilakukan dengan segera dan intensif ketika sudah bisa teridentifikasi.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menjaga cairan tubuh dari si kucing, bisa dengan pemberian infus. Setelah itu gunakan nebulizer untuk menjaga humidity airways.

Pemberian antibiotik yang berspektrum luas juga perlu dilakukan seperti pemberian doxycycline dengan tujuan mencegah infeksi sekunder.

Analgesic dan antiinflamasi juga akan diberikan pada saat diperlukan saja karena efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Jika kondisi kucing sudah cukup parah, perlu diambil tindakan berupa pemberian antivirus interferon alpha. Pemberian antivirus ini sebenarnya cukup beresiko karena virus calici mudah bermutasi dan membuat antivirus tidak efektif. Suntik vitamin C juga dilakukan untuk menstimulasi sistem imun tubuh.

Sekian Penjelasan Materi dari MyPrivateTutor.id Pada Hari in tentang “Apa Itu Virus Calici Pada Kucing? Gejala, Tipe Sampai Penyebarannya!“. Selamat Mencoba dan Bersenang-Senang.

Rate this post